Difteri adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae. Penyakit ini menyerang saluran pernapasan bagian atas, terutama tenggorokan dan hidung, serta dapat menghasilkan racun yang berbahaya bagi jantung dan saraf. Difteri dapat menyerang semua usia, namun paling sering terjadi pada anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.

Kenali Gejalanya

Segera waspadai apabila mengalami:

  • Demam disertai sakit tenggorokan dan nyeri saat menelan.

  • Muncul selaput putih keabu-abuan di tenggorokan atau amandel yang sulit dilepas.

  • Suara serak, batuk, atau sesak napas.

  • Pembengkakan pada leher (bull neck).

  • Tubuh lemas, nafsu makan menurun, dan mudah lelah.

Cara Mencegah Difteri

Pencegahan difteri dapat dilakukan dengan:

  • Melengkapi imunisasi DPT/DTaP sesuai jadwal, termasuk imunisasi lanjutan (booster).

  • Menjaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan memakai sabun.

  • Menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin.

  • Tidak berbagi alat makan dan minum dengan orang lain.

  • Menjaga kebersihan lingkungan serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Pengobatan

Difteri merupakan kondisi yang memerlukan penanganan medis segera. Pengobatan dilakukan di fasilitas kesehatan dengan pemberian antitoksin difteri, antibiotik sesuai indikasi, perawatan suportif, serta isolasi pasien untuk mencegah penularan.

Kapan Harus ke Puskesmas?

Segera datang ke Puskesmas Larangan atau fasilitas kesehatan terdekat apabila:

  • Mengalami sakit tenggorokan disertai selaput putih atau abu-abu di tenggorokan.

  • Sulit bernapas atau sulit menelan.

  • Demam disertai pembengkakan leher.

  • Memiliki riwayat kontak dengan penderita difteri.

Imunisasi lengkap merupakan cara paling efektif untuk mencegah difteri. Lindungi diri, keluarga, dan lingkungan dengan memastikan anak mendapatkan imunisasi sesuai jadwal dan segera memeriksakan diri apabila muncul gejala yang mengarah ke difteri.