Pertusis atau batuk rejan adalah infeksi saluran pernapasan yang sangat menular akibat bakteri Bordetella pertussis. Penyakit ini dapat menyerang semua usia, namun paling berbahaya bagi bayi, balita, ibu hamil, dan orang yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.
Kenali Gejalanya
Segera waspadai jika mengalami:
Batuk lebih dari 2 minggu.
Batuk berulang dan sulit berhenti, terutama pada malam hari.
Tarikan napas berbunyi "whoop" setelah batuk.
Wajah memerah atau membiru saat batuk, bahkan hingga muntah.
Pada bayi dapat terjadi henti napas (apnea) atau sesak napas tanpa batuk yang khas.
Cara Mencegah Pertusis
Pencegahan terbaik dilakukan dengan:
Melengkapi imunisasi DPT/DTaP sesuai jadwal.
Ibu hamil mendapatkan vaksin Tdap pada trimester ketiga sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin.
Rajin mencuci tangan menggunakan sabun.
Menghindari kontak dengan orang yang sedang batuk atau pilek.
Menjaga sirkulasi udara di dalam rumah tetap baik.
Pengobatan
Pertusis dapat diobati dengan antibiotik sesuai resep dokter. Istirahat yang cukup, minum cairan yang cukup, dan perawatan suportif juga penting untuk mempercepat pemulihan. Jangan memberikan obat batuk bebas kepada bayi tanpa anjuran tenaga kesehatan.
Kapan Harus ke Puskesmas?
Segera periksakan diri ke Puskesmas Larangan apabila:
Batuk tidak membaik setelah 2 minggu.
Batuk disertai sesak napas, bibir membiru, atau muntah berulang.
Bayi mengalami henti napas atau kesulitan bernapas.
Ada anggota keluarga dengan batuk berkepanjangan.
Imunisasi lengkap adalah perlindungan terbaik untuk mencegah pertusis dan melindungi keluarga dari komplikasi yang berbahaya. Jangan tunda pemeriksaan apabila mengalami gejala yang mencurigakan.