Artikel

Waspada Pertusis: Batuk Lama yang Sangat Menular pada Bayi dan Anak

26 Mei 2026
PUSKESMAS LARANGAN
113
Bagikan ke
Waspada Pertusis: Batuk Lama yang Sangat Menular pada Bayi dan Anak


Pertusis atau batuk rejan adalah infeksi saluran pernapasan yang sangat menular. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, tetapi lebih berisiko menimbulkan dampak berat pada bayi dan anak-anak, terutama yang belum mendapatkan imunisasi lengkap. Pertusis biasanya ditandai dengan batuk berkepanjangan, batuk berulang, hingga kesulitan bernapas.

Pada tahap awal, gejala pertusis dapat menyerupai batuk pilek biasa. Namun, batuk dapat berlangsung lama dan semakin berat, terutama pada malam hari. Pada beberapa kasus, batuk dapat disertai suara tarikan napas khas “whoop”, muntah setelah batuk, tampak lelah, atau sulit bernapas.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Beberapa gejala pertusis yang perlu dikenali antara lain:

  1. Batuk berkepanjangan, biasanya diawali seperti batuk pilek biasa.
  2. Batuk berulang atau paroksismal, yaitu batuk terus-menerus dalam satu episode.
  3. Kesulitan bernapas setelah batuk.
  4. Batuk semakin sering dan berat pada malam hari.
  5. Anak tampak lelah, muntah setelah batuk, atau sulit menyusu pada bayi.

Apabila batuk berlangsung lebih dari 2 minggu, segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Siapa yang Lebih Berisiko?

Pertusis dapat menyerang semua usia, tetapi kelompok yang lebih berisiko mengalami komplikasi berat adalah bayi di bawah 1 tahun, anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap, serta orang dengan daya tahan tubuh lemah. Bayi kecil memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi seperti pneumonia, gangguan napas, hingga kondisi berat lainnya.

Cara Penularan Pertusis

Pertusis menular melalui percikan ludah atau droplet saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Karena penularannya mudah terjadi, keluarga dan orang sekitar perlu menerapkan etika batuk, menggunakan masker saat sakit, menjaga kebersihan tangan, dan menghindari kontak dekat dengan bayi atau anak kecil ketika sedang batuk pilek.

Pencegahan Pertusis

Pertusis dapat dicegah dengan beberapa langkah sederhana, yaitu:

  1. Lengkapi imunisasi anak sesuai jadwal.
  2. Cuci tangan pakai sabun secara rutin.
  3. Gunakan masker bila sedang batuk atau pilek.
  4. Jaga ventilasi ruangan tetap baik.
  5. Hindari kerumunan atau kontak dekat saat sedang sakit.
  6. Segera periksa ke fasilitas kesehatan bila batuk berlangsung lama.

Imunisasi merupakan salah satu upaya penting untuk mencegah pertusis dan menurunkan risiko sakit berat pada anak.

Pengobatan

Jika mengalami gejala batuk lama atau dicurigai pertusis, segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan. Dokter atau tenaga kesehatan akan melakukan pemeriksaan dan memberikan pengobatan yang sesuai. Pengobatan dini dapat membantu mencegah komplikasi dan mengurangi risiko penularan kepada orang lain.

Pesan Penting

Pertusis bisa dicegah, tetapi dapat berbahaya jika diabaikan. Lindungi bayi, anak, dan keluarga dengan imunisasi lengkap, perilaku hidup bersih dan sehat, serta segera periksa bila mengalami batuk berkepanjangan.

Jangan abaikan batuk lebih dari 2 minggu. Cegah, imunisasi, dan segera periksa!

Bagikan ke
Hari Jadi Kota Cirebon ke-599